Akhirnya aku pindah ke Zurich. Setelah proses pindahan yang sudah pasti ribet dan banyak kerjaan, aku senang akhirnya bisa balik ke kota Zurich. Tambahan lagi, sudah sekitar dua bulan ini apartemenku direnovasi. Renovasi meliputi area dapur, kamar mandi, Flur atau corridor, penggantian semua jendela dan pintu. Apartemenku yang berukuran sekitar 52 m² akan direnovasi dan diperbesar menjadi sekitar 75 m². Tentunya sewa apartemen juga akan naik sejalan dengan fasilitas yang diperbaharui.
Keadaan apartemen saat renovasi itu sangat gak menyenangkan. Bukan cuma ribut dari segala macam bunyi-bunyian bising mesin dan peralatan lainnya, tapi juga karena debu tebal. Saat kamar mandi dan dapur dibongkar, suasana lebih mirip medan perang daripada renovasi apartemen. Tinggal pegang senjata terus sembunyi di balik reruntuhan kamar mandi, berasa sedang nunggu musuh masuk perangkap.
Sewaktu para tukang bongkar kamar mandi dan dapur, aku sedang keluar. Balik ke apartemen, aku cukup shock. Rasanya hampir terucap, “Apa-apaan ini? Ini sih namanya civil war!” Tapi kubatalkan sebelum dilempar batu sama tukang bangunan.
Proses renovasi ini dilakukan ke beberapa gedung apartemen, salah satunya adalah gedung yang kutinggali. Otomatis ada schedule renovasi bergiliran termasuk di tahap mana beserta di gedung mana yang akan direnovasi. Imbas dari semua proses bergiliran ini, pihak pengelola menyediakan beberapa unit kamar mandi dan dapur communal yang terletak terpisah dari bangunan apartemen sebab otomatis kamar mandi serta dapur tidak bisa digunakan untuk beberapa hari. Walau aku cukup senang bakalan punya kamar mandi serta dapur baru, tapi proses ini menyebalkan. Saat siang hari memang aku bisa dengan gampang mengungsi keluar apartemen, tapi di malam hari?! Untungnya aku gak pernah harus terbangun di malam hari cuma untuk ke kamar mandi.
Apartemenku dapat giliran pertama direnovasi. Hal pertama yang diganti adalah semua pintu dan jendela. Jendela dan pintu diganti dengan sistem isolasi udara yang lebih baik. Sistem isolasi udara adalah hal vital untuk pintu dan jendala, mengingat di sini beriklim empat musim. Pintu akses ke balkon sudah diganti dengan sliding door yang lebar dan besar. Pintu sliding door baru membuat pencahayaan di apartemen lebih baik karena banyak dapat cahaya alami di pagi hari.
Setelah bersabar akhirnya aku punya dapur dan kamar mandi baru. Penambahan ruang sekitar 20 m² adalah untuk dapur dan kamar mandi baru. Dalam proses renovasi, sebuah block ruangan baru yang diperuntukkan jadi ruangan dapur baru ‘disambungkan’ ke bagian bangunan lama sebagai ruang tambahan. Ruang yang dulunya kamar mandi beserta sebagian ruang dapur lama menjadi kamar mandi baru. Tadinya aku sempat khawatir kamar mandi gak ada bathtube, tapi ternyata ada!
Hal yang kurang pas buatku adalah tempat pemandian shower dibuat untuk pemakai kursi roda dan kurang praktis karena sangat dekat ke akses pintu kamar mandi. Tapi mau gimana lagi, banyak penghuni di gedung apartemen yang udah pensiunan bahkan renta jadi semua penyewa harus ikut fasilitas standard yang udah disediakan.
Flooring juga diganti dengan linoleum flooring. Warnanya sih gak begitu bagus. Walau kuakui material linoleum memang gak susah membersihkannya. Lagi-lagi, semua penghuni apartmen harus ikut standard fasilitas gedung. Bagian corridor apartemen sudah jadi, sederhana tanpa banyak hal berisik. Yang penting buatku adalah corridor yang fungsional juga punya cukup ruang untuk menyimpan jaket, mantel serta sepatu boots apalagi ini sudah mau masuk musim gugur.
Gara-gara apartemen direnovasi, di siang hari aku sering pergi ke toko buku dan lihat buku tentang interior design. Makin termotivasi untuk cari ide dan inspirasi. Biasanya sambil melihat-lihat buku aku berpikir kalau jadi arsitek itu adalah pekerjaan yang susah. Coba aja dulu aku rajin belajar… halah udahlah, udah telat mau mikir kepingin jadi arsitek begini LOL.
Berikut adalah foto-foto sebelum dan sesudah renovasi apartemen miniku. Gak semua sudut apartemen berhasil didokumentasikan, belum lagi resolusinya jelek ditambah kepulan debu tebal juga pencahayaan yang buruk karena akses cahaya otomatis sudah tertutup reruntuhan material, beberapa foto bahkan di-capture sesaat sebelum para tukang masuk ke apartemen.
SEBELUM




SESUDAH

