Saat ini aku sedang senang karena udah punya blog baru. Ibarat kacang yang memang berniat ngelupain kulitnya, semua tulisan di blog lama ditransfer ke blog baru. Terima kasih blog lamaku, tapi sudah saatnya aku berpaling dan pindah.
Rencana pindah blog ini memakan waktu cukup lama, itu juga masih setengah jadi. Dibilang setengah jadi karena sebenarnya masih ada beberapa hal yang masih belum terlaksana. Ini baru soft opening doang (udah kayak pembukaan mall aja). Isi tulisanku gak berubah karena rasanya sayang aja kalo tulisan di blog lama kuabaikan begitu saja. Apalagi ada beberapa cerita yang berkesan seperti sewaktu nonton konser Incubus di Zurich, cerita soal sekolahku, dll. Bikin blog baru lumayan menyita waktu, tapi sampai saat ini aku udah lumayan senang dengan hasilnya.
Mungkin buat banyak orang sebuah blog hanya sekedar tempat menulis. Tapi buatku lebih dari itu. Aku mulai menulis blog gak lama setelah pindah ke Swiss. Dulu aku masih menulis di journal, kadang menulis dengan pena warna warni. Kegiatan yang menemani masa-masa bersekolah dan kuliah di Medan. Sekarang tulisanku sudah berubah tempat dan bentuk. Kalau dulu hanya bisa kunikmati sendiri, sekarang aku bahkan bisa berbagi cerita dengan orang lain yang tertarik membaca.
Sebenarnya alasan utamaku menulis di blog adalah karena aku gak punya teman di Swiss. Mungkin salah satu hal pertama yang dicari orang saat pindah ke luar negeri adalah mencari teman dari tanah air, baik itu dari komunitas, berusaha cari kontak lewat kedutaan dan lainnya. Entah kenapa hal ini sama sekali tak kulakukan. Padahal kadang aku pingin bisa punya banyak teman dari Indonesia, tapi nyatanya usahaku sama sekali tak berbanding lurus dengan keinginan. Orang yang susah bergaul sepertiku memang harus kerja extra untuk bisa punya teman lebih banyak. Terkadang saat kesempatan untuk bisa ketemu teman baru itu ada, yang lebih sering terjadi adalah hal yang bikin aku mundur.
Setiap orang pasti mengalami, saat berkenalan dengan seseorang selalu ada perasaan di dalam hati yang memberi konfirmasi kalau seseorang itu bisa cocok dengan kita atau justru hati kita mengirim sinyal kalau kita gak bakalan bisa cocok berteman dengan orang tersebut. Aku selalu percaya bahwa tubuh kita sudah dilengkapi segenap sistem alarm beserta sistem filter yang selalu bisa kita andalkan di banyak kesempatan, termasuk tentang pertemanan. So I always follow my gut.
Inilah salah satu sebab jumlah temanku tidak banyak. Juga salah satu alasan kenapa aku menulis di blog. Terkadang ada hal yang belum tentu bisa disampaikan begitu saja ke teman. Terkadang kita mengalami masalah yang tidak bisa begitu saja diceritakan ke orang lain dan masalah itu baru bisa dimengerti setelah mengendap beberapa saat di pikiran. Terkadang kita juga punya masalah yang butuh dituliskan daripada hanya dibagikan secara lisan. Ini adalah salah satu alasan kenapa aku tetap menulis, baik itu menulis dengan pena di atas kertas, di blog atau entah di beberapa tahun mendatang mungkin ada cara lain lagi. Aku akan tetap setia menulis dan untuk saat ini, menulis di blog adalah pilihan paling tepat.