*) Trial test
Kemarin aku udah Probetest. Karena cuma Probetest, sebenarnya gak perlu terlalu panik. Tapi mungkin karena udah mikirin test sesungguhnya, jadi lebih kepikiran. Btw, yang bingung mikir TELC itu apa kepanjangannya, TELC adalah singkatan dari The European Language Certificates. Silakan baca tulisanku sebelumnya tentang ulasan tentang TELC di sini.
Kebanyakan dari teman-temanku gugup menghadapi sesi dimana perserta ujian harus melakukan diskusi singkat dengan peserta lain di depan sang penguji. Untuk sesi percobaan alias Probetest tidak ada sesi diskusi singkat, jadi cuma ada sesi Grammatik (grammar), Hören (listening) dan Lesen und Schreiben (reading and writing). Sedikit catatan, dalam bahasa Jerman awal kata benda (Nomen) itu ditulis dengan huruf kapital. Jujur aja aku selain sesi diskusi, aku cukup gugup menghadapi sesi Hören. Entah kenapa aku dari dulu susah mencerna ujian listening. Enam bab sudah habis kupelajari secara khusyuk, seluruh halaman text book sampai buku latihan juga udah kupelajari ulang. Okay, sekarang mau soal apa aja bakal aku hadapi. Sini, maju kalo berani! (ngomongnya sambil keringat dingin).
Tahap 1: Grammatik
Di bagian ini ada tujuh sub-bagian yang soalnya tentu saja soalnya beranak pinak. Kenapa sekarang soal ujian juga ikutan reproduksi di saat yang tidak dibutuhkan?!
Waktu: 20 menit
Saat itu aku berasa jadi agen rahasia yang lagi diinterogasi dengan revolver di kepalaku. Cuma fokus ke soal-soal yang ada di depanku dan berusaha mengerjakan tanpa lewat dari 20 menit. Okay, selesai. Semua soal beranak-pinak dan bercucu tadi berhasil kukerjakan dalam waktu 15 menit. Masih ada waktu lima menit buat periksa dan koreksi jawaban sedikit.
Tahap 2: Hören
Ada 15 soal yang harus dijawab berdasarkan dari berbagai dialog yang diperdengarkan saat test dua kali. Di saat kayak gitu rasanya mau mengutuk kalo aku benci banget ujian Hören.
5 soal pertama: lancar dan gak ada masalah.
5 soal kedua: karakter di dialog itu ngomong cepat banget, jadi walau percakapan udah didengarkan ulang aku tetap gak ngerti itu apa. Saat itu kondisiku berubah kayak tulisan di angkot: “Pasrah dalam doa.”
5 soal ketiga: kali ini gak sesusah bagian kedua jadi lumayan lancar.
Tahap 3: Lesen und Schreiben
Untuk Lesen cuma membaca sebuah text dan menjawab beberapa pertanyaan multiple choce aja. Untung aja textnya gak begitu susah dipahami. Ada beberapa soal yang aku gak begitu yakin dengan jawabanku, jadi jawab pertanyaan dengan modal tekad dan nekad.
Schreiben adalah bagian yang menurutku paling ‘gampang’. Bagian pertama Schreiben cuma mengisi kolom-kolom dengan informasi yang sudah tersedia. Bagian kedua adalah menulis surat. Ya ampun, gak nyangka bisa dapat bagian favorit di akhir ujian yaitu menulis surat. Waduh kalo gampang gini aku juga mau sering ujian menulis surat. Gak ya, yang tadi cuma bercanda. Saking gampangnya aku nulis bagian ini sambil makan coklat. Btw, makan cemilan saat Probetest dibolehin sama guru selama gak berisik dan bisa makan dengan rapi.
Selesai. Semua soal sudah dikerjakan dengan cantik dan sakinah. Sekarang cuma duduk tenang seakan gak ada kejadian apa-apa. Kita tunggu saja hasil Probetest!