Tanggal 23 November 2007 aku melakukan sesuatu untuk pertama kalinya. Aku dapat tiket gratis nonton opera yang berjudul “La Traviata.” Jadi ini bakal yang pertama kali aku menonton opera. Mohon maaf ya kalau saya kampungan. Biasanya cuma nonton selevel pensi atau konser di kampus. Mungkin nonton pensi atau konser di kampus adalah hal paling cultured yang pernah kulakukan.

Hal yang terbayangkan di kepalaku tentang opera sewaktu dalam perjalanan adalah, “Wah pasti ntar aku mesti duduk di sebelah nenek dan kakek yang pada sibuk neropong sana sini,” (binocular masih dipakai ga sih?) atau bayangin mesti bersin karena fur coat dari nenek tersebut. Tapi terus terang hal yang paling aku takutin kalo nonton opera tuh adalah: takut ketiduran!
Berhubung event ini dikonsep untuk kapasitas besar jadi bukan digelar di Opernhaus Zürich (Zurich Opera House) tapi di Hallenstadion. Yang menonton juga banyak yang berpakaian lebih santai, bukan dengan outfit seperti di gedung opera. Pementasan dimulai jam 20:00 dan sepulang sekolah aku harus buru-buru pulang, berganti baju serta makan seadanya lalu berangkat menuju venue. Di hari yang bersamaan aku justru ada test dadakan (ceritanya ada di sini) dan lumayan sibuk mengejar waktu supaya bisa tepat waktu untuk menonton opera. Pagi dan siang hari jadi murid teladan dan malam hari (berusaha) jadi wanita elegan. Hhh… banyak cerita.

Ketika akhirnya aku duduk di seat penonton, aku baru ingat sesuatu bahwa…. operanya dalam bahasa Italia! Haduh, gimana mau mengerti jalan ceritanya kalau begini. Belum mulai aku udah mengomeli diri sendiri. Tiba-tiba bayangan akan jadi murid teladan itu buyar seketika. Entah karena sibuk lagi banyak ujian, entah karena memang pelupa (baca: goblok) tapi aku bahkan ga ada cari tahu tentang opera ini. Setidaknya untuk baca sinopsis beberapa kalimat juga ga dilakukan.
Nol. Nihil. Nada.
Aku menghela nafas cukup panjang, berharap bakal bisa mengikuti jalan cerita nantinya. Yang penting sekarang aku coba menikmati pertunjukan. Show berjalan dengan lancar, menggelegar dan keren dibawakan oleh ratusan pemain pendukung juga para kru. Lalu di malam itu juga aku tersadar akan satu hal bahwa jadi pemain opera itu sama sekali ga gampang. Selama sekitar dua jam lebih mereka harus memadukan skill menyanyi, acting, kekuatan suara juga olah nafas serta dramatisasi. Biarpun aku ga mengerti bahasa Italia, tapi cukup senang karena aku ga ketiduran dan aku juga mengerti jalan ceritanya. Jadi ceritanya itu tentang seorang wanita yang bernama… duh siapa ya?!
Ya udah silakan aja baca di sini: http://en.wikipedia.org/wiki/La_traviata
