Mulai bulan Januari ini ada test minimal dua kali seminggu. Ini juga bagian dari latihan buat ujian TELC nanti. Terus terang ini bikin kondisi kelas sedikit lebih serius daripada biasanya. Beberapa orang tiba-tiba lebih rajin buka buku atau mengerjakan soal latihan. Yang biasanya banyak bercanda juga sedikit mengurangi banyak ngomong.
Bentuk testnya juga beda-beda. Kadang cuma Leseverstehen, kadang cuma Schreiben atau gabungan. Minggu lalu aku udah dua kali test. Test pertama cuma Leseverstehen. Membaca dan memahami text lalu menjawab sejumlah pertanyaan tentang text tadi. Untuk test ini aku melakukan satu kesalahan. Memang sih pertanyaannya menjebak dan kesalahanku sangat manusiawi, terbukti dari teman-temanku juga membuat kesalahan sama. Jadi aku gak terlalu kecewa walaupun sempat sebel karena udah yakin jawabanku benar.
Test kedua aku dapat skor 90%.
Ini hasil terendah yang pernah kudapat, tapi aku juga tahu kalo pelajarannya makin hari makin susah. Seandainya guruku diganti dengan guru super ganteng berbadan sangat keren juga pasti gak akan ubah tingkat kesulitan pelajaran.
Test pertama: Schreiben
Tugasnya menulis surat untuk teman dengan tema tempat tinggal, termasuk tentang kondisi tempat tinggal saat ini. Hasil test: Gut (Good). Kali ini tiap murid dapat note dari guruku. Catatan itu bikin aku lemes.
Ika, dein Text ist gut. Du benutzt viele verschiedene Vokabeln, aber manchmal leider nicht richtig. Deine Sätze sind sehr komplex, oft sind sie aber zu kompliziert. Du musst auch versuchen, die Verben in der gleichen Zeitform zu verwenden (Präteritum und Perfekt). Die Struktur deines Texts ist sehr gut!
Kalo ada yang gak ngerti bahasa Jerman silakan baca terjemahan asal-asalan ini:
Ika, your text is good. You use a lot of different vocabulary, but sometimes unfortunately (they’re) incorrect. Your sentences are very complex, but often they are too complicated. You also have to try to use the verbs in the same tense (Präteritum and Perfekt). The structure of your text is very good!
Habis baca note ini rasanya aku kecewa banget dengan diri sendiri. Aku akui kalo kebiasaanku dalam menulis sering pakai kalimat panjang dan memang benar aku suka nulis kalimat dengan kata-kata sulit. Mungkin ini pengaruh karena dulu aku suka nulis puisi dan aku memang gak suka mengulang kosa kata yang sama jadi aku berusaha cari kata lain yang kira-kira sinonimnya sama. Tapi ya itu tadi, caraku menterjemahkan kosa kata itu tidak sesuai konteks.
Test kedua: Leseverstehen.
Dari 5 soal jawabanku benar semua. Aku termasuk beruntung karena di kelasku cuma aku satu-satunya di test ini yang jawabannya benar semua. Kali ini aku lebih hati-hati menjawab pertanyaan, biar ga terjebak. Tapi terus terang aja, hasil test kedua itu sama sekali ga ngobatin kekecewaan akan hasil test yang pertama.