Yes, I’m still alive!
Aku balik dari Jerman tanggal 14 Agustus. Aku pulang dengan rute: Ulm – Schaffhausen – Zürich. Perjalanan ke Jerman kali ini aku mesti bawa koper ajaib yang besar banget. Saking besarnya orang-orang di stasiun jadi ngeliatin. Koperku bukan cuma besar tapi juga berat. Sebab di dalam koper, ada koper lagi. Berasa seperti jadi tukang sulap keliling.
Di perjalanan pulang aku dibayang-bayangi lagi oleh koper raksasa tersebut, yang kali ini (demi Tuhan) dua kali lebih berat. Aku gak ngerti itu koper tambah berat apa karena tambah barang bawaan atau karena aku bertambah dosa? Gara-gara koper berat, hampir telat. Aku beli tiket lima menit sebelum kereta berangkat dan betapa menakjubkannya aku masih bisa naik kereta. Saat itu berasa jadi Columbus yang berhasil menaklukkan samudera.
Di kereta aku cuma tidur. Kebiasaan yang masih terus kulestarikan. Singkat cerita, kereta pun sampe dengan khidmat di Stasiun Schaffhausen. Hal paling menyebalkan adalah aku mesti angkat koper lewat tangga. Lift sedang diperbaiki, sungguh sebuah latihan otot yang menantang.
Aku nunggu di Gleis 1 (Platform 1) sambil minum hot chocolate sambil ngelamun juga sambil setengah tidur. Tiba-tiba terdengar pengumuman kalau kereta telat enam menit. Bagus, bikin penumpang bete! Lima menit kemudian terdengar lagi pengumuman kalau keretanya gak jadi datang dan penumpang yang akan menuju Zürich harus pindah ke Gleis lain.
What?! Kalau becanda jangan gini dong caranya. Gak tau ya aku tuh mau mati angkatin koper lewat tangga, sekarang malah mesti pindah Gleis lagi?! Terima kasih, SBB CFF FFS! (Note: SBB CFF FFS adalah perusahaan kereta Swiss). Akhirnya setelah minta tolong (lebih tepatnya merayu) cowo-cowo yang lagi berdiri di stasiun buat bantuin angkat koper sampai temannya suitin dia (bodo amat), aku berhasil naik kereta. Begitu aku naik, kereta langsung jalan dan akhirnya sampe di Zürich.
Selain itu aku punya kabar baru. Belum lama ini aku interview kerja di salah satu perusahaan global supplier dari berbagai precision instruments yang juga digunakan di banyak industri serta laboratorium. Kalau masih ada yang bingung apa itu precision instrument, contohnya adalah measuring cylinder, gauges, dll. Interview kujalani sehari setelah aku sampai di Zurich. Lumayan capek apalagi wawancaranya di pagi hari. Sumpah, serasa interview sambil mimpi pagi itu. Aku apply buat posisi sebagai pegawai temporer, bisa dibilang aku adalah Project Assistant. Untuk project ini aku harus banyak berhubungan dengan orang-orang di departemen manufacturing yang memproduksi berbagai measuring instrument tadi. Jadi aku harus mengawasi dan mengambil data di tiap tahapan dari proses produksi setiap produk.
Aku di-interview dalam bahasa Jerman. Mau jadi pegawai temporer aja kayak gini susahnya, gimana lagi kalo aku melamar kerjaan jadi Direktur? Untungnya wawancara berjalan tanpa hambatan dan perusahaan kasi aku kempatan buat belajar di situ. Kelar wawancara kepalaku puyeng karena mendadak kebanyakan berbahasa Jerman. Sehabis wawancara aku pulang sebentar ke apartemen buat taruh barang-barang dan lalu nelepon buat Termin (appointment) untuk pijat. Aku buat janji pijat karena sudah gak tahan banget badanku sakit karena koper raksasa itu.
Aku dipijat selama sejam, rada sakit badanku agak ringan sesudahnya walaupun masih pegal. Kelar dipijat, aku bermaksud beli sepatu. Sialnya di toko sepatu itu, ada orang yang ngambil payungku. Sialan.. mana hujan deras lagi! 😦 Alhasil aku pulang ke apartemen kehujanan. Habis mandi tiba-tiba aku diajakin makan malam bareng teman-teman. Walaupun capek tapi aku tetap pergi, sekalian merayakan kontrak kerja baru. Gak ada yang spesial malam itu cuma makan di restoran Italy dan minum bentar ampe jam 01:00 pagi. Sesampainya di apartemen tepar ampe pagi.
Hal menyebalkan adalah: internet di apartemen lagi ngadat. Jangan tanya kenapa. Anyways, ini hari keduaku bekerja. Sejauh ini masih lancar, yang pasti waktu bekerjanya lebih fleksibel dan hari ini aku cuma setengah hari kerja. Doakan saya ya!