Dua hari lagi aku bakal liburan. Dua hari lagi aku bakalan pergi sesaat dari kota Zürich yang sehari semalam ini hujan non stop. Dua hari lagi aku bakalan menginjakkan kaki lagi di Asia.
Hari ini akhirnya aku berhasil meyelesaikan sejumlah spreadsheets yang minggu ini sukses bikin aku pusing. Aku keliling di kantor buat bersalaman dengan para pegawai. Benar sekali, hari ini adalah hari terakhir kontrak kerjaku. Wah, ternyata walaupun baru sebentar kerja di situ tapi banyak juga orang yang merasa kehilangan bahkan beberapa dari mereka terharu sampai matanya berkaca-kaca. Bohong kok! :o)
Dua hari sebelumnya aku sudah meeting dengan bossku. Sumpah, sampai hari ini aku susah banget buat mengerti sewaktu bosku berbahasa Jerman! Sudah dua tahun tinggal di sini dan aku belum juga bisa lancar berbahasa Jerman.
Siang harinya si asisten boss mulai print semua tabel yang udah kukerjain karena dia yang bakal meneruskan kerjaanku. Perpisahan sama si asisten bos juga biasa saja. Dia sok optimis kalo perusahaan bakalan tawarkan aku kontrak kerja baru, padahal bosku belum ada putuskan apa-apa. Aku sih nyantai aja (sok kaya, padahal butuh duit). Tadinya si asisten bos mau tanya tentang data yang sudah dihasilkan itu, tapi tiba-tiba masuk salah satu pegawai yang juga hari ini berakhir masa kerjanya. Jadi daripada mati gaya dengarkan mereka berdua bicara pakai bahasa Swiss Jerman, aku pun keliling juga buat salaman ke pegawai lain.
Kesanku selama kerja di sana?
Asyik juga sih, setidaknya bisa memperlancar bahasa Jermanku yang masih dalam taraf hmm.. asal-asalan. Selama bekerja di sana aku wajib bicara bahasa Jerman. Sekarang aku sudah bisa berbahasa Jerman jauh lebih baik daripada tahun lalu. Lebih lancar dan percaya diri. Aku cukup bangga dengan perkembangan yang kucapai sampai saat ini. Setidaknya dengan melakukan perubahan setiap hari dan berusaha untuk maju, aku mulai merasakan bahwa aku suka tinggal di negara ini.
Hari ini aku jumpa teman sekelasku, Olga. Beberapa hari lalu dia kirim email ke aku menanyakan apa aku masih tinggal di Zürich (saking lamanya gak ketemu). Tadi kami jumpa minum kopi kira-kira sejam. Ternyata kami sudah lebih dari setahun gak ketemu dan selama setahun itu sudah begitu banyaknya hal yang terjadi di kedua pihak. Mendengarkan dia cerita tentang hidupnya, aku jadi termotivasi. Terakhir kali aku jumpa dia, dia terlihat bahagia, tapi kali ini dia terlihat sangat sangat bahagia. Kata-kata Olga terus kuingat ampe saat menulis saat ini, “Life is short,” katanya dengan santai.
Aku terdiam. Benar, hidup itu singkat. Mudah-mudahan berbekal kalimat ini, aku bisa mengatur hidup dan masa depanku dengan lebih baik lagi. Kok aku jadi gini yah? Well, pengaruh mo liburan kali hehe.
P.S. Aku belum packing juga! :o)
mbak ika,pinter bahasa jerman? ajarin aku dongg..pengen bisa pinter bahasa jerman. dah lama tinggal di zurich?
LikeLike
helena hotmonica >>hahaha aku blum pinter tuh bahasa jerman. dikit2 sih bisa tapi blum lancar. di skul ga da ekskul bhs jerman?
LikeLike