Medan

Rasa gembira selalu membuat waktu terasa sangat singkat sampai tak banyak moment yang terekam di balik lensa. Menyempatkan diri berkunung ke pusara ibunda, pay my respects juga berdoa. Anyways, di Medan aku sempat beli baju, beberapa novel dan yang paling penting yaitu koper baru. Selamat tinggal koper raksasa. Sekarang aku sudah punya koper baru yang … Continue reading Medan

Hong Kong and Macau

Kelar explore Singapore selama empat hari, aku meneruskan perjalanan ke Hong Kong. Kali ini aku ga perlu khawatir soal salah pilih hotel karena bakal stay di apartemen abangku. Hari 1Singkat cerita terbang dari Singapore, aku transit di Kuala Lumpur. Selama ini aku sama sekali ga aware bahwa ada dua bandara KLIA yaitu KLIA1 yang melayani … Continue reading Hong Kong and Macau

Between Heaven and Hell

Baru saja login lagi ke akun blog, rasanya waktu udah berlalu hampir seabad sejak terakhir kali update. Ternyata aku bisa juga mengasingkan diri dari jerat blog mengerikan ini (heh?). Anyways, aku sedang berada di Jerman mengunjungi keluarga. Papaku sedang  jalan-jalan ke Eropa jadi sekalian ngumpul bareng keluarga. Tiga puluh hari tanpa kota Zurich ternyata oh … Continue reading Between Heaven and Hell

Back to Zurich!

Aku mau ucapkan TERIMA KASIH tanpa terbatas kepada semua pihak yang telah memberikan semua bantuan dan support buat kami. Terima kasih karena sudah mau ikut mendoakan ibundaku. Kepada setiap orang serta sejumlah rombongan pengajian yang dengan begitu sabarnya mau ikut mengantri untuk masuk ke kediaman keluargaku dan mendoakan, juga untuk semua yang turut serta menyalatkan … Continue reading Back to Zurich!

Medan

Tak terasa sudah tiga minggu, lima hari, 16 jam dan 38 detik aku berada di kota Medan. Kesan-kesanku? Yang pasti Medan makin semrawut! Soal cuaca panas tidak usah diceritakan lagi. Tidak perlu juga dibahas tentang displin masyarakat, sepertinya aku bukan ahlinya dan terlalu pusing untuk menceritakannya. Kalian pasti juga tahu maksudku. Tapi biar bagaimanapun Indonesia … Continue reading Medan

The Longest Trip Ever

Tanggal 2 April 2008. Mungkin itu adalah salah satu hari yang tidak akan kulupakan seumur hidupku. Adalah hari dimana semua kesedihan seperti menyatu di dalam diriku. Berita apa lagi yang paling menyedihkan selain tahu kalau ibumu meninggal dunia? Aku panik, menangis dan tak tahu mau berbuat apa. Sudah terlalu bingung buat mengurus dan booking tiket. … Continue reading The Longest Trip Ever

Ibunda

Pagi ini jam 06.00 pagi waktu Swiss, aku terima SMS dari Papa. SMS itu dikirim jam 10:00 WIB, berarti jam 04:00 pagi di Swiss. Isinya mengabarkan kalau Ibu masuk rumah sakit karena sesak nafas. Aku terdiam bentar di tempat tidur lalu menangis. Setelah itu aku kirim SMS ke kakak-kakakku di Medan. Mereka masih di rumah … Continue reading Ibunda