Tanpa terasa satu tahun lagi sudah terlewati hidup di Swiss. Tanpa terasa sudah penuh mengitari matahari bersama bumi yang berotasi. Saat ini hidupku cuma seperti mengulang-ulang empat musim. Dari satu jeda musim ke jeda musim berikutnya yang sesekali akan buatku tersadar bahwa aku dan milyaran manusia di luar sana cuma tersengal-sengal mengejar matahari.
Kehidupanku masih sama. Masih menjalani sekolah seperti biasa. Belum ada hal yang bisa membuatku bangga, termasuk dari sisi penguasaan bahasa Jerman yang mau tak mau harus kukuasai. Di awal pindah aku sangat bersemangat untuk bisa lancar berbicara dalam bahasa Jerman, seperti semangat ksatria di cerita dongeng yang selalu bisa menaklukkan monster dan makhluk aneh bentuk apapun itu. Tapi saat ini aku merasa bahwa kemampuanku belum sejauh itu. Walau nilai ujianku selalu bagus bahkan kadang tertinggi di kelas, begitu juga dengan pelajarannya masih bisa cukup gampang untuk kukuasai namun ada sesuatu yang mengganjal di perasaan. Perasaan saat belum bisa mendefinisikan sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Ternyata menanti apa yang terjadi di masa depan itu seperti berhadapan dengan musuh yang bentuknya sangat abstrak. Tanpa suara dan tanpa bentuk tapi bisa memberikan ketakutan yang sangat besar.
Di luar jendela musim dingin masih menyatakan keberadaannya lewat angin dingin dan orang-orang yang berjalan bergegas. Hal yang sedikit kubenci dari musim ini karena membuatku merasa semua rasa terang dan hangatnya matahari seperti dirampas dariku untuk beberapa bulan. Pergantian tahun cuma menghadiahkan kejenuhan buatku, entah karena merasa hidup tanpa ada perubahan, entah karena merasa pelajaran terlalu mudah, apapun itu ternyata sudah berani untuk menekan tombol kebosanan yang membuatku cuma ingin tenggelam dalam hening. Tak peduli apapun selain mendengarkan nafasku sendiri.
Semoga awal tahun kalian lebih menyenangkan.