Setelah berjuang packing barang sampai dini hari, akhirnya aku bisa tidur beberapa jam dengan khusyuk. Berhubung penerbanganku ke Asia bukan penerbangan pagi, jadi aku tidak perlu bangun terlalu pagi.

Jam 14:00 aku berangkat ke Zurich airport. Perasaan campur aduk antara senang, deg-degan dan gugup. Sesampainya di airport aku langsung check in. Sesudah check in, aku minum hot chocolate dan langsung menuju terminal berikutnya. Pemeriksaan imigrasi berjalan lancar dan tidak ada hambatan. Kali ini aku naik maskapai KLM, karena itu pesawat transit dulu di Amsterdam. Mendarat di Amsterdam aku gak ada waktu buat jalan-jalan dan langsung nyari gate keberangkatan. Satu-satunya yang kulakukan adalah kegiatan sejuta ummat yaitu: beli magnet.
Sesampainya di gate, di monitor ada pengumuman kalau gate-nya pindah. Bagus, nambahin kerjaan aja! Mana perutku lapar banget lagi. Petugas yang memeriksa barang agak sedikit curiga sewaktu periksa barang di koperku, padahal itu cuma oleh-oleh buat papaku tapi untungnya ga ada masalah. Setelah antri cukup lama akhirnya boarding juga. Di pesawat aku mulai ngantuk plus lapar. Jadi aku bingung buat nentuin apa aku harus makan atau tidur? Sungguh, situasi ini adalah dilema. Sekitar jam 10 malam pesawat take off. Aku sudah berharap makanan dihidangkan tapi yang datang cuma roasted almond dan orange juice. Really, KLM?! Serius nih?
Lalu aku ketiduran karena nungguin makanan yang tak kunjung datang, bahkan cabin crew tidak ada yang sodorkan menu. Tiba-tiba salah satu crew mengumumkan kalau sebentar lagi makanan bakal dihidangkan dan dia nyebutin pilihan menu lewat speaker yang kurang jelas itu. Saat itu aku mengutuk karena gak ada menu dimana para penumpang bisa milih makanan dengan pikiran waras tanpa harus main tebak-tebakan makanan apa yang barusan disebutin si cabin crew. Memangnya ini acara kuis di udara?
Sempat tertidur sebentar, aku terbangun dari mimpi tentang rendang. Ketika pramugari tanya aku mau makan apa, aku cuma jawab, “Chicken.” Ternyata menu satu lagi yang gak kupilih itu malah Nasi Rendang! Asli rasanya nyesal, tau gitu tadi aku milih beef, bukannya chicken.

Pesawat mendarat dengan sama sekali tak mulus di Changi airport, Singapore. Sekali lagi semua pemeriksaan di imigrasi berjalan tanpa hambatan. Kelar ambil koper, aku jalan keluar airport dan di saat bersamaan hujan pun turun. Welcome to Singapore!
wah pramugari KLM kalah tuh ma pramugari di indonesia..kalo di Indonesia kan jauh lebih seger2 and cantik2.. gak ad tuh yang keriput.. heheheh.
LikeLike
dwikjohn's >>iya emang tauk tuh KLM dasar penerbangan aneh! *dendam..*
LikeLike
mbak ikaa,main ke indonesia jg?ato cm ke sg?
LikeLike
wah, pramugari ya??? kereeennnn….
LikeLike
Ah serunya tinggal di luar negeri, jadi bisa ngomong trip to Asia, hehehe *gak penting mode on*Salam kenal 😀
LikeLike
helena hotmonica >>hallo helena, aku liburan ke beberapa negara di asia.echo colate >>gw bukan pramugari kok hehe.fenty fahmi >>hallo juga fenty, thx udh baca blogku 🙂
LikeLike