Tanpa terasa tahun 2008 sudah berjalan dan aku merasa semuanya berlalu lebih cepat dari biasanya. Lalu dalam sekejap sudah penghujung tahun lalu seketika sudah masuk tahun berikutnya. Aku sama sekali tidak ada buat resolusi. Memangnya mau mengharapkan apa dariku yang seperti ini?
Di bulan Desember tahun lalu beberapa teman sekelasku mengusulkan untuk mengadakan permainan demi meramaikan perayaan Natal yang juga bagian dari tradisi di banyak negara. Namanya adalah Secret Santa. Dalam bahasa Jerman permainan ini disebut Wichteln. Sedangkan di bahasa Spanyol permainan ini namanya Amigo Secreto (Secret Friend).
Permainan ini biasanya dilakukan di sebuah kelompok misalnya sesama teman dekat atau di lingkup kantor atau seperti yang kami lakukan sesama teman sekelas. Sedangkan aturan mainnya adalah setiap orang akan memberikan hadiah ke salah seorang di grup tersebut yang namanya diambil secara acak. Biasanya harga hadiah ditentukan agar lebih merata dan fair. Pada saat penyerahan hadiah biasanya gak disebutkan siapa pemberi hadiah itu. Namanya juga secret. Tapi ada juga beberapa yang gak begitu peduli aturan secret tadi, jadi ya gak apa-apa kalau ketahuan. Apa aja boleh, namanya juga hiburan.
Aturan main di kelasku:
Setiap orang (termasuk guruku) ambil nama yang ditulis di kertas secara acak (mirip seperti arisan). Nama orang yang tertera di kertas itu adalah orang yang harus kita beri hadiah. Sedangkan budget untuk hadiah maksimal CHF 20. Gak boleh lebih.
Aku dapetin kertas berisi nama: Giselle M.
Beneran aku gak tau mau kasi hadiah apa ke temanku. Hal yang bikin panik tiba-tiba tanggal buat bertukar hadiah itu dimajukan seminggu. Terpaksa aku tanya ke teman yang sering duduk di sebelahnya sekedar buat minta saran. Akhirnya temannya ngomong kalo Giselle suka pake aksesoris.
Berbekal petunjuk ‘suka pakai aksesoris’ aku jalan-jalan ke Christmas market di pusat kota dan akhirnya ketemu kalung yang gak terlalu kelihatan harga segitu (mau nulis kata murah itu susah banget ya). Sebenarnya harga kalung itu lebih dari CHF 20 tapi aku udah terlalu bingung mau cari aksesoris dimana lagi yang bisa dipake wanita dewasa. Lucunya sewaktu habis beli hadiah, aku jumpa guruku yang juga baru beli kado buat acara Secret Santa. Ternyata semua orang sama aja, nyari hadiah last minute!
Di hari H kami bertukar kado. Ya, jadi kami bakalan tau yang ngasi hadiah itu siapa. Karena ini kelas bahasa Jerman, jadi saat hadiah diberikan semua orang harus bicara untuk deskripsikan si penerima hadiah dalam bahasa Jerman. Kalo biasanya mendeskripsikan sesuai ciri-ciri, kali ini kami harus banyak menggunakan frase antonim; kebalikan dari ciri-ciri si penerima hadiah. Semua yang ada di kelas mendapat giliran untuk bicara dengan bahasa Jerman dengan baik.
Aku sudah berdoa aja, semoga aku dapat hadiah yang berguna bukan misalnya pajangan atau sesuatu yang gak bakalan bisa kupakai. Ternyata aku dapetin hadiah dari temanku Edwin. Hadiahnya notebook ukuran kecil yang praktis untuk masuk ke tas. Edwin ngomong,
“Ika kerjanya nulis terus jadi aku kasi buku tulis aja.”
Danke, Edwin!

waahh hadiahnya cocok sekali! :p
LikeLike
iya emang.. ga nyangka, ternyata aku tu gampang ditebak haha..
LikeLike