
Pagi ini jam 06.00 pagi waktu Swiss, aku terima SMS dari Papa. SMS itu dikirim jam 10:00 WIB, berarti jam 04:00 pagi di Swiss. Isinya mengabarkan kalau Ibu masuk rumah sakit karena sesak nafas. Aku terdiam bentar di tempat tidur lalu menangis. Setelah itu aku kirim SMS ke kakak-kakakku di Medan. Mereka masih di rumah sakit, menjaga Ibu. Aku dapat update tentang keadaan Ibu terus, sambil tetap menangis dan tetap berdoa.
Jam 13.18 WIB (jam 07.18 waktu Swiss), masuk lagi kabar bahwa keadaan Ibu makin kritis. Aku semakin tidak tenang, berkirim kabar terus dengan kakak-kakakku di Jerman dan abangku di Hong Kong. Lalu baru saja kakakku di Jerman telepon, mengabarkan bahwa Ibu sudah berpulang ke Sang Pencipta. Aku langsung telpon ke Papa sambil nangis. Kami sama-sama menangis, tapi beliau bilang jangan nangis lagi dan kita harus ikhlas. Biarpun begitu, airmataku tetap belum berhenti.
Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
Maafkan aku Ibu, karena hingga saat ini aku belum pernah membuatmu bangga.
ikaa…turut berduka cita ya.semoga seluruh amal ibadah almarhumah diterima Allah SWTyang tabah dan ikhlas ya
LikeLike
makasih ya…masih sedih bgt.
LikeLike
mbak…aku turut berduka cita..yang tabah ya mbak…maav baru bisa kirim comment sekarang…
LikeLike
makasih bgt ya venty,aku senang ternyata ada jg orang2 yg ingat ke aku.thx sekali lg..
LikeLike
mba ika…saya turut berduka…pertemuan, perpisahan, jodoh dan maut udah ditentukan ama Allah. Yah mungkin kali memang telah digariskan mba ika gak disamping ibu disaat terakhirnya.Semoga semua amal iadah diterima di sisiNya. Amin
LikeLike
makasih ya melly..amin.. atas semua doa2nya.tak bisa ngucapin kata2 lain selain makasih!
LikeLike